Rekomendasi Perancangan Arsitektur Enterprise Pascamerger (Studi kasus: Universitas Telkom)

  • Indra Lukmana Sardi Telkom University
  • Kridanto Surendro Institut Teknologi Bandung
Abstract views: 945 , PDF downloads: 2480

Abstract

Merger merupakan kombinasi dari dua atau lebih perusahaan menjadi sebuah perusahaan tunggal yang mencakup akuisi serta bentuk lain dari penggabungan. Proses merger memiliki banyak tantangan pada tahap integrasi pascamerger (Trautwein, 1990). Proses integrasi dapat memicu berbagai masalah dan perubahan. Integrasi yang tidak baik dapat menyebabkan kegagalan pada proses merger secara keseluruhan (Shrivastava, 1986). Penelitian ini mencoba melakukan analisis dan merumuskan rekomendasi perancangan Arsitektur enterprise, yang dapat menanggulangi masalah-masalah yang akan muncul pada tahap integrasi pascaproses merger.  Dengan adanya perancangan arsitektur enterprise yang baik, diharapkan terwujudnya keselarasan antara teknologi informasi dan kebutuhan bisnis. Dengan menggunakan pendekatan tata kelola TI dan TOGAF ADM, maka dirancang tahapan-tahapan Arsiterktur enterprise yang terdiri dari Fase A Arsitektur Visi, Fase B Arsitektur Bisnis, Fase C Arsitektur Sistem Informasi, Fase D Arsitektur Teknologi, dan Fase E Peluang dan solusi. Akhirnya, penelitian ini dapat menghasilkan langkah dan hal penting yang perlu diperhatikan pascaproses merger pada sebuah perguruan tinggi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Hakim, L. (2007). Information Quality. Australia: IdeA Group publishing.

[Crossref]

Bohlin, N. D. (2014, Mei 14). Successful Post-Merger Integration: Realizing the Synergies. Dipetik Mei 14, 2014, dari http://www.imaa-institute.org/: http://www.imaa-institute.org/

Dirjen Dikti. (2014, Februari). Data Perguruan Tinggi. Diambil kembali dari https://forlap.dikti.go.id/

Wolf, M., 2010. The entertainment economy: How mega-media forces are transforming our lives. Crown Business.

Engineering, Departement of Software and IT. (2008, Juli 17). ISO 25010.2, Software engineering-Software product Quality.

Gartner, I. (2015, 01 10). Gartner. Diambil kembali dari Gartner Magic Quadrant: http://www.gartner.com/technology/research/methodologies/research_mq.jsp

Heeks, R. (1999). Centralised vs. Decentralised Management of Public Information Systems: A Core-Periphery Solution. Information Systems for Public Sector Management. Institute for Development Policy and Management.

Henningsson, S. (2008). Managing Information Systems Integration in Corporate Mergers and Acquisitions. Lund Institute of Economic Research School of Economics and Management.

IT Governance Institut. (2007). Cobit 4.1 Excerpt. United States of America: IT Governance Institut.

J.Eppler, M. (2006). Managing Information Quality. Heidelberg NewYork: Springer.

Kusumadewi, S., Hartati, S., Harjoko, A., & Wardoyo, R. (2006). Fuzzy Multi-Attribute Decision Making (FUZZY MADM). Yogyakarta: Graha Ilmu.

Open Group. (2009). The Open Group Architecture Framework:Architecture Development Method. Dipetik 2014, dari http://pubs.opengroup.org/architecture/togaf9-doc/arch/

Pratiwi, N. P. (2013). Perancangan business Architecuture and technology architecuture Untuk sistem informasi akademik pada Telkom University dengan berbasis framework togaf ADM. Bandung: Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom.

SuaraPembaruan. (2007, Agustus 30). Suara Pembaharuan. Dipetik Februari 18, 2014, dari http://www.suarapembaruan.com/News/2007/08/30/Utama/ut02.htm

Sugiyono, P. D. (2012). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta CV.

Targowski, A. S. (2003). Electronic Enterprise:Strategy and Architecture. Western Michigan University, USA.

[Crossref]

University, T. (t.thn.). Profil Telkom University. (Telkom University) Dipetik 01 13, 2015, dari Telkom University: http://www.telkomuniversity.ac.id/index.php/page/profile

Varveris L., H. K. (2005). Building Enterprise Architecture with TOGAF: An Introduction to Using the Framework, Method, and System Architect. Telelogic White Paper Version 1.

Vielba, F. V. (2006). Reducing the M&A Risks, The Role of IT in Mergers and Acquisitions. Palgrave Macmillan.

[Crossref]

Published
2016-03-31
How to Cite
Sardi, I. L., & Surendro, K. (2016). Rekomendasi Perancangan Arsitektur Enterprise Pascamerger (Studi kasus: Universitas Telkom). Indonesian Journal on Computing (Indo-JC), 1(1), 61-76. https://doi.org/10.21108/INDOJC.2016.1.1.23
Section
Articles