SOC Press, Indonesia Symposium on Computing (IndoSC) 2016

Font Size: 
Pengukuran Happiness Index Masyarakat Kota Bandung pada Media Sosial Twitter Menggunakan Pendekatan Ontologi Top-Down Hierarchy
ika rahayu ponilan


Full Text: PDF

Abstract


Paradigma pengukuran tingkat kemakmuran suatu negara dari pendapatan per kapita Gross National Product, sekarang telah digeser oleh paradigma happiness index atau Gross National Happiness (GNH). Belakangan ini, Bandung menjadi kota pertama di Indonesia yang mengadopsi inovasi peningkatan happiness index masyarakat. Pemerintah kota Bandung berharap agar inovasi ini dapat dijadikan review untuk menjadikan kota Bandung nyaman ditinggali dan memperbaiki value kota Bandung. Penelitian ini akan menganalisis tweet dari Twitter secara berkala, ke dalam parameter happiness berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Bandung dengan menggunakan pendekatan ontologi. Terdapat enam tahap dalam penelitian ini yaitu, tahap pertama adalah crawlin (pengambilan) data Twitter berdasarkan wilayah kota Bandung dan melabelkan data data. Tahap kedua yaitu preprocessing data yang mencakup data cleaning, case foldingtokenizing, stopword removal, dan lemmatization. Tahap ketiga yaitu sentiment analysis untuk mengklasifikasikan tweet (opini) ke dalam opini positif dan negatif. Tahap keempat yaitu ontology
construction berdasarkan parameter happiness index BPS Bandung. Tahap kelima yaitu pengelompokkan tweet berdasarkan ontologi yang telah dibangun. Tahap keenam yaitu perhitungan happiness index per parameter yang telah ditentukan sebelumnya. Penelitian ini menghasilkan nilai happiness index masyarakat kota Bandung sebesar 55.50% dari data aktual dan 52.22% dari data prediksi oleh sistem. Nilai tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu alat bantu dalam pengambilan kebijakan Pemerintahan Kota Bandung.


Reference


[1] ILHAMNOOR,"SURVEI MEMBUKTIKAN, WARGA KOTA BANDUNG BAHAGIA," 14 JANUARI 2015. [ONLINE]. AVAILABLE: HTTP://INFOBANDUNG.CO.ID/SURVEI-MEMBUKTIKAN-WARGA-KOTA-BANDUNG-BAHAGIA/.[ACCESSED 20 OKTOBER 2015].

[2] Helliwell, J. F., Layard, R., & Sachs, J. (2015). World Happiness Report 2013. New York: Sustainable Development Solutions Network, 2013.

[3] Antoniou, G., & Van Harmelen, F. (2004). A semantic web primer. MIT press.

[4] Breitman, K., Casanova, M. A., & Truszkowski, W. (2007). Semantic web: concepts, technologies and applications. Springer Science & Business Media.

[5] Bendi, R. K. J. (2010). Sistem question answering sederhana berbasis ontologi sebagai aplikasi web semantik (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).

Last modified: 2016-11-02